,

Ripple (XRP)

Ripple (XRP) Cryptocurrency - Ripple (XRP) adalah cryptocurrency yang dirilis pada tahun 2012 muncul dengan sistem yang sangat berbeda dengan Bitcoin. Ripple sebenarnya sejenis internet protocol, sebagaimana HTTP dan TCP/IP yang digunakan untuk mengatur websites dan data, namun didesain khusus untuk mengirim dan menerima pembayaran. Tidak hanya berfungsi sebagai e-currency, Ripple juga memiliki fungsi sebagai exchanger terhadap currency dan e-currency lain serta payment gateway. XRP ini bisa ditradingkan untuk mencari profit karena harganya naik turun seperti halnya cryptocurrency yang lainnya.


Ripple Labs telah menciptakan banyak minat dalam teknologi blockchain dengan Interledger Protocol (ILP), termasuk Apple dan Google, menurut International Business Times. Google Ventures dan IDG Capital Partners berbasis di Cina adalah kedua kelompok investor yang memberi dananya pada OpenCoin, perusahaan di balik Ripple, protokol yang menggunakan pembayaran open-source. Google Ventures menggambarkan dirinya sebagai "Ventur yang memberikan modal secara berbeda".

Kelebihan lain dari Ripple adalah:

  • Citi, visa, dan nasdaq sudah menggunakan sistem Ripple ini
  • XRP tidak dapat dimining sehingga tidak terpengaruh oleh 51% attack
  • Sistemnya yang dapat mengendalikan/menangani 1,000 transaksi perdetik dalam waktu 24/7
  • Sistem Ripple cepat sehingga dapat menyelesaikan transaksi hanya dalam 4 detik saja
  • Ripple memiliki kestabilan yang teruji dalam kurun waktu lima tahun ke belakang 
  • Saat ini, ada 75 bank dan jasa pembayaran yang aktif dalam sistem Ripple, dan perusahaan tersebut bekerja sama dengan 90 bank tambahan di seluruh dunia, termasuk Standard Chartered Bank, Westpac, Banco Santander, National Australia Bank, and BBVA
,

Etherium

Etherium Cryptocurrency - Proyek Etherium dikerjakan oleh lembaga Etherium Foundation yang berlokasi di Swiss. Etherium pertama kali dibuat oleh Vitalik Buterin, Seorang programmer dan sekaligus penulis. Buterin adalah seorang keturunan Rusia. Dia  besar di Canada, namun sekarang ia tinggal di Swiss. Buterin tertarik dengan bitcoin pada tahun 2011.  Ia bekerja sebagai penulis di Bitcoin Magazine.


Tahun 2014 Etherium meluncurkan pre-sale dengan distribusi Etherium saat pre-sale adalah 60 juta Ether untuk para contributor. 12 juta digunakan untuk pengembangan yang sebagian besar digunakan oleh Etherium Foundation. 5 Ether tercipta setiap 15 – 17 detik untuk para miner. 2-3 Ether diberikan kepada miner yang bisa menyelesaikan solusi dari puzzle pada mining. Etherium  secara resmi diluncurkan pada tanggal 30 Juli 2015.

Pengertian Dasar Ethereum
Ethereum adalah platform bahasa pemrograman untuk menyimpan aset uang kripto dengan nilai satuan Ether (ETH). Ethereum mengadopsi sistem Blockchain yang digunakan mata uang kripto pada umumnya seperti Bitcoin. Blockchain diciptakan pada tahun 2009 bersamaan dengan penciptaan Bitcoin oleh Satoshi Nakamoto, di mana revolusi internet dimulai dengan kode unik yang tak bisa dirubah (kekal). Blockchain merupakan Buku Besar digital yang terdesentralisasi yang terus mencatat seluruh transaksi (block) yang dilakukan dari awal teknologi itu dibuat.
Ethereum diciptakan dengan tujuan menciptakan platform di mana Smart Contracts dapat dijalankan. Smart Contracts adalah kontrak self-executing yang ditulis dalam baris kode dimana kesepakatan yang ada dalam kontrak bisa dilaksanakan secara otomatis. Smart Contracts memungkinkan pembayaran secara instan tanpa delay, tanpa hambatan, dan tanpa pihak ketiga (perantara) yang dilakukan pada jaringan terdesentralisasi.

Ethereum Virtual Machine (EVM)
Vitalik Buterin menciptakan teknologi Ethereum berbeda dari mata uang kripto seniornya, Bitcoin. Teknologi Ethereum merupakan terknologi Open Source, artinya bisa dikembangkan oleh pihak manapun di dunia ini. Selain itu, Ethereum mempunyai EVM (Ethereum Virtual Machine) yang memungkinkan developer dalam mengembangkan dan meluncurkan berbagai aplikasi yang terintegrasi pada jaringan Ethereum sebagai fasilitator transaksinya.

EVM merupakan teknologi jaringan baru yang beroperasi pada jaringan terdesentralisasi yang aman dan transparan. Semua Node pada jaringan akan mempunyai informasi yang sama. Berbeda dengan jaringan berbasis server pada topologi tertentu, yang sangat rentan terhadap serangan pada server (Central Node) dan akan berpengaruh pada seluruh jaringan client.

Perbedaan Ethereum Dan Bitcoin
Memang pada dasarnya, penciptaannya Ethereum hampir mirip dengan Bitcoin, yaitu sama-sama mata uang kripto terdesentralisasi menggunakan jaringan peer-to-peer (individu-ke-individu), yang diciptakan dengan cara penambangan. Di Indonesia, perdagangan Ethereum juga telah banyak dilakukan, khususnya di bursa Bitcoin Indonesia.
Namun, ada beberapa hal mendasar yang membedakan Ethereum dengan Bitcoin, antara lain :

Penciptaan Blok
Ethereum memiliki kecepatan rata-rata penciptaan 1 blok dalam 12 detik, sedangkan Bitcoin memiliki kecepatan rata-rata 1 blok dalam 10 menit. Dengan kata lain, Ethereum lebih cepat dibanding Bitcoin.

Fee Transaksi
Ethereum memiliki Fee yang berbeda-beda tergantung daya komputasi masing-masing, sedangkan Bitcoin memiliki Fee yang tetap.

Coding
Ethereum menggunakan Turing Complete Code yang memungkinkan pengiriman script dengan "loop" yang tidak terbatas, sedangkan Bitcoin tidak memiliki script tersebut.

Tujuan Utama
Ethereum memiliki tujuan sebagai penghilang batas transaksi antar platform, yang memungkinan transaksi Cross-Chain dapat dilakukan. Di sisi lain, Bitcoin hanya bisa bertransaksi dengan pengguna Bitcoin lain.
,

UNICEF Investasi Buat Jaringan Mata Uang Kripto

UNICEF Investasi Buat Jaringan Mata Uang Kripto - Terungkap dalam sebuah wawancara eksklusif dengan CoinDesk, United Nations Children's Fund (UNICEF), program PBB yang ditugaskan untuk memberikan bantuan kepada anak-anak di seluruh dunia, mengatakan bahwa mereka akan mencoba mengeksplorasi prosedur pembuatan Cryptocurrency (mata uang kripto)-nya sendiri, setelah mengeksplorasi penggunaan smart contracts pada Ethereum.


Agar Leluasa Menggalang Dana
UNICEF memang membuat pernyataan yang mengejutkan. Namun, hal tersebut sesuai dengan tujuan UNICEF yang ingin membantu anak-anak di seluruh dunia pada bidang kemanusiaan, pendidikan dan kesejahteraan. Tujuan UNICEF tersebut hanya bisa diwujudkan jika tidak ada lagi halangan proses pendanaan seperti yang terjadi pada transaksi konvensional sekarang. Oleh karena itu, Badan PBB tersebut telah merintis upaya untuk memanfaatkan teknologi Blockchain yang baru lahir, untuk kemudian diterapkan pada penyaluran dana di seluruh dunia.

Wakil Ketua UNICEF Ventures, Chris Fabian, mengatakan bahwa, organisasi bantuan kemanusiaan dan anak-anak terbuka untuk mengikuti perkembangan Blockchain. Fabian yang sebelumnya menjadi penasehat senior untuk inovasi kantor eksekutif PBB mengatakan kepada CoinDesk, "Kami senang banyak pihak yang membantu merancang token (koin) untuk UNICEF, dengan begitu kemudahan penggalangan dana dan penyaluran bantuan ke seluruh dunia akan segera terealisasi."

>> Pendiri Wikileaks Dapat Return 50.000% Dari Bitcoin 

Investasi Di Startup Blockchain
Pada bulan November lalu, UNICEF sudah mulai membangun jaringan Startup Blockchain untuk diinvestasikan. Mereka telah menginvestasikan dana sebesar $99.000 kepada TrustLab yang berbasis di Afrika Selatan. TrustLab merupakan lembaga yang bertugas mengembangkan teknologi sosial menggunakan Blockchain.

Saat ini, investasi UNICEF masih terbatas pada $100.000, meskipun menyatakan telah menghimpun dana lebih dari $12.6 juta, berasal dari Pemerintah Denmark, Finlandia, dan konglomerat seperti Disney.

Menurut Fabian, UNICEF sekarang sudah berada pada tahap akhir dalam penyempurnaan teknologi Startup Blockchain. Ke depan, mereka berharap bisa meningkatkan batas maksimal dana yang diinvestasikan mencapai lebih dari $1 Juta.

Sumber : www.seputarforex.com
,

Pendiri Wikileaks Dapat Return 50.000% Dari Bitcoin

Pendiri Wikileaks Dapat Return 50.000% Dari Bitcoin - Sebagian besar trader dan investor tradisional hanya bisa bermimpi untuk menghasilkan keuntungan 100% dari modal mereka dalam kurun waktu tujuh tahun. Namun berbeda halnya bagi pemegang Cryptocurrency (mata uang kripto) jangka panjang. Keuntungan 100% tidak hanya menjadi mimpi belaka, seperti yang didapatkan oleh Julian Assange, tokoh kontroversial dibalik berdirinya organisasi non-profit, WikiLeaks.

Pendiri Wikileaks Dapat Return 50.000% Dari Bitcoin
Dalam sebuah posting di Twitter, Julian Assange mengungkapkan bahwa dia telah mendapatkan ROI (Return of Investment) sebesar 50,000% dari investasinya di Bitcoin. Hal ini disebabkan karena pemblokiran sistem pembayaran via perbankan yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat, telah memaksa Organisasi Non-Pemerintah tersebut menerima sumbangan dan berinvestasi menggunakan Bitcoin sejak tahun 2010 lalu. Di sisi lain, kurs Bitcoin terus menerus meningkat.

Dia menyebutkan bahwa Visa, MasterCard, Paypal, American Express, dan Moneybookers ikut terlibat dalam "blokade" pendanaan untuk WikiLeaks. "Blokade Perbankan Ilegal" tersebut juga didukung oleh beberapa politikus dalam struktur pemerintahan AS, seperti Senator McCain dan Senator Lieberman.

My deepest thanks to the US government, Senator McCain and Senator Lieberman for pushing Visa, MasterCard, Payal, AmEx, Mooneybookers, et al, into erecting an illegal banking blockade against @WikiLeaks starting in 2010. It caused us to invest in Bitcoin -- with > 50000% return. pic.twitter.com/9i8D69yxLC

— Julian Assange 🔹 (@JulianAssange) October 14, 2017

Julian Assange menulis di akun twitternya, "Terima kasih yang sedalam-dalamnya kami ucapkan kepada Pemerintah Amerika Serikat, Senator McCain dan Senator Lieberman karena mendorong Visa, Mastercard, Paypal, American Express (AmEx), Moneybookers dll, dalam mendirikan "Blokade Perbankan Ilegal" melawan WikiLeaks mulai tahun 2010. Hal ini menyebabkan kami berinvestasi pada Bitcoin – dengan keuntungan lebih dari 50,000%."

>> UNICEF Investasi Buat Jaringan Mata Uang Kripto Sendiri

Selain keuntungan yang luar biasa selama periode waktu tertentu, berita ini juga menunjukkan kepada orang-orang tentang salah satu fungsi paling penting Bitcoin dan mata uang kripto lainnya.

Meskipun Pemerintah A.S. memiliki otoritas dan kekuatan yang luar biasa pada institusi keuangan di seluruh dunia, tetap saja pemerintah A.S tidak bisa menghentikan pendukung WikiLeaks dalam menggalang dana melalui Bitcoin, serta mendapatkan keuntungan yang sangat besar melalui investasi mata uang kripto tersebut. Kejadian ini menjadi pukulan telak kepada otoritas negara, sekaligus menunjukkan bahwa tidak ada satupun organisasi, perbankan, bahkan institusi pemerintahan yang bisa mengontrol nilai Cryptocurrency (mata uang kripto) tersebut.

Sumber : www.seputarforex.com