Etherium Cryptocurrency - Proyek Etherium dikerjakan oleh lembaga Etherium Foundation yang berlokasi di Swiss. Etherium pertama kali dibuat oleh Vitalik Buterin, Seorang programmer dan sekaligus penulis. Buterin adalah seorang keturunan Rusia. Dia besar di Canada, namun sekarang ia tinggal di Swiss. Buterin tertarik dengan bitcoin pada tahun 2011. Ia bekerja sebagai penulis di Bitcoin Magazine.
Tahun 2014 Etherium meluncurkan pre-sale dengan distribusi Etherium saat pre-sale adalah 60 juta Ether untuk para contributor. 12 juta digunakan untuk pengembangan yang sebagian besar digunakan oleh Etherium Foundation. 5 Ether tercipta setiap 15 – 17 detik untuk para miner. 2-3 Ether diberikan kepada miner yang bisa menyelesaikan solusi dari puzzle pada mining. Etherium secara resmi diluncurkan pada tanggal 30 Juli 2015.
Pengertian Dasar Ethereum
Ethereum adalah platform bahasa pemrograman untuk menyimpan aset uang kripto dengan nilai satuan Ether (ETH). Ethereum mengadopsi sistem Blockchain yang digunakan mata uang kripto pada umumnya seperti Bitcoin. Blockchain diciptakan pada tahun 2009 bersamaan dengan penciptaan Bitcoin oleh Satoshi Nakamoto, di mana revolusi internet dimulai dengan kode unik yang tak bisa dirubah (kekal). Blockchain merupakan Buku Besar digital yang terdesentralisasi yang terus mencatat seluruh transaksi (block) yang dilakukan dari awal teknologi itu dibuat.
Ethereum diciptakan dengan tujuan menciptakan platform di mana Smart Contracts dapat dijalankan. Smart Contracts adalah kontrak self-executing yang ditulis dalam baris kode dimana kesepakatan yang ada dalam kontrak bisa dilaksanakan secara otomatis. Smart Contracts memungkinkan pembayaran secara instan tanpa delay, tanpa hambatan, dan tanpa pihak ketiga (perantara) yang dilakukan pada jaringan terdesentralisasi.
Ethereum Virtual Machine (EVM)
Vitalik Buterin menciptakan teknologi Ethereum berbeda dari mata uang kripto seniornya, Bitcoin. Teknologi Ethereum merupakan terknologi Open Source, artinya bisa dikembangkan oleh pihak manapun di dunia ini. Selain itu, Ethereum mempunyai EVM (Ethereum Virtual Machine) yang memungkinkan developer dalam mengembangkan dan meluncurkan berbagai aplikasi yang terintegrasi pada jaringan Ethereum sebagai fasilitator transaksinya.
EVM merupakan teknologi jaringan baru yang beroperasi pada jaringan terdesentralisasi yang aman dan transparan. Semua Node pada jaringan akan mempunyai informasi yang sama. Berbeda dengan jaringan berbasis server pada topologi tertentu, yang sangat rentan terhadap serangan pada server (Central Node) dan akan berpengaruh pada seluruh jaringan client.
Perbedaan Ethereum Dan Bitcoin
Memang pada dasarnya, penciptaannya Ethereum hampir mirip dengan Bitcoin, yaitu sama-sama mata uang kripto terdesentralisasi menggunakan jaringan peer-to-peer (individu-ke-individu), yang diciptakan dengan cara penambangan. Di Indonesia, perdagangan Ethereum juga telah banyak dilakukan, khususnya di bursa Bitcoin Indonesia.
Namun, ada beberapa hal mendasar yang membedakan Ethereum dengan Bitcoin, antara lain :
Penciptaan Blok
Ethereum memiliki kecepatan rata-rata penciptaan 1 blok dalam 12 detik, sedangkan Bitcoin memiliki kecepatan rata-rata 1 blok dalam 10 menit. Dengan kata lain, Ethereum lebih cepat dibanding Bitcoin.
Fee Transaksi
Ethereum memiliki Fee yang berbeda-beda tergantung daya komputasi masing-masing, sedangkan Bitcoin memiliki Fee yang tetap.
Coding
Ethereum menggunakan Turing Complete Code yang memungkinkan pengiriman script dengan "loop" yang tidak terbatas, sedangkan Bitcoin tidak memiliki script tersebut.
Tujuan Utama
Ethereum memiliki tujuan sebagai penghilang batas transaksi antar platform, yang memungkinan transaksi Cross-Chain dapat dilakukan. Di sisi lain, Bitcoin hanya bisa bertransaksi dengan pengguna Bitcoin lain.

